Prediksi Lengkap Piala Eropa 2016 ( Part 2 )

  • Grup C
  • Tim : Jerman, Ukraina, Polandia, dan juga Irlandia Utara

Prediksi Lengkap Piala Eropa 2016 ( Part 2 )

Jadwalpialaeuro.com – Untuk menjadi juara dunia, Jerman, ini merupakan grup yang sulit dari yang bisa dibayangkan. Meskipun demikian, seharusnya timnas Jerman tidak memiliki masalah apapun untuk lolos. Pada pertandingan babak kualifikasi, Jerman mendapatkan satu kekalahan, termasuk dari timnas Polandia dengan skor 0-2. Sejauh ini, timnas Jerman masih bisa menunjukkan kehebatannya seperti saat Piala Dunia 2014 di Brasil.

Pertanyaan besarnya adalah, mampukah timnas Jerman menampilkan performa permainan seperti dari Piala Dunia 2014 dan membawanya ke Piala Eropa 2016? Empat tahun lalu, timnas Jerman dikalahkan oleh Italia pada pertandingan babak semifinal. Kini generasi dari pemain dalam skuat itu sudah semakin menua. Menarik sekali saat melihat bagaimana performa Jerman nanti.

Ironisnya, salah satu masalah bisa saja berasal dari pemain yang mencari nafkahnya di Bundesliga, yaitu Robert Lewandowski. Pemain yang membela club Bayern Munchen asal Polandia itu merupakan salah satu striker terbaik Eropa pada musim ini. Dia akan mendapat perhatian yang serius dari barisan belakang timnas Jerman. Lewandowski merupakan pencetak angka terbanyak pada pertandingan babak kualifikasi dengan total 13 gol.

“Kami telah mendapatkan hasil undian yang agak seimbang. Kami harus bisa menang. Kami telah menjadi favorit di grup ini,” ungkap sang pelatih Jerman, Joachim Low.

Jerman juga harus lebih waspada dengan skuat asuhan dari Michael O’Neill, Irlandia Utara. Para pendukungnya yang menjuluki tim nasional Irlandia Utara dengan GAWA (The Green and White Army). Irlandia Utara keluar menjadi juara grup pada kualifikasi Piala Eropa. Mereka membuat sebuah cerita dengan hanya mengalami kekalahan sekali pada babak tersebut.

Irlandia Utara mungkin saja tidak bisa mendapatkan poin pada Piala Eropa 2016. Namun, skuat Irlandia Utara membawa semangat, komitmen, keceriaan, dan juga kerja keras.

  • Grup D
  • Tim : Spanyol, Ceko, Turki, dan juga Kroasia

Spanyol harus memulai ajang Piala Eropa 2016 sebagai tim favorit juara. Mereka menjadi pernah juara Piala Eropa 2008 dan 2012 dengan catatan hebat yaitu 12 pertandingan tanpa terkalahkan. Vicente del Bosque berusaha membangun kembali skuat yang hancur lebur pada ajang bergengsi Piala Dunia 2014. Mantan pelatih club Real Madrid itu ingin meninggalkan jabatannya dengan membuat prestasi besar.

“Grup ini akan menjadi yang mungkin saja sangat sulit bagi kami,” kata Del Bosque.

Ceko memiliki Petr Cech sebagai pilar untuk menjuarai pertandingan babak kualifikasi di atas Islandia dan juga Turki. Sementara itu, Kroasia yang memiliki jenderal pada lapangan tengah Luka Modric, juga memiliki sejumlah pemain yang berbakat dan berpengalaman.

“Kroasia juga mempunyai para pemain yang sungguh luar biasa yang bermain pada klub-klub terbaik Eropa. Kami tahu sejauh mana kualitas Kroasia pada Piala Eropa yang sebelum ini,” ungkap Del Bosque.

Saya bisa merasakan akan ada sedikit kejutan pada grup ini. Mungkin, timnas Spanyol bakal mendapat sedikit rintangan rintangan untuk bisa menjadi juara grup.

  • Grup E
  • Tim : Belgia, Swedia, Italia, dan juga Irlandia

Pada setiap turnamen – turnamen besar pasti memiliki “grup neraka”. Dan itu terjadi di grup ini. Mungkin, pelatih dari Irlandia, Martin O’Neill, menyimpulkan, “Grup ini mungkin saja tidak berat. Timnas Italia seharusnya berada dalam posisi unggulan pertama karena timnas Italia tidak banyak mengalami banyak penurunan pada peringkat FIFA.”

Irlandia yang harus bisa menyingkirkan Bosnia-Herzegovina pada pertandingan babak play-off, berharap bisa mendapatkan grup yang jauh lebih mudah daripada ini. Belgia adalah peringkat teratas FIFA dan memiliki banyak sekali pemain hebat dan berbakat yang terkenal di Liga Inggris, seperti Eden Hazard, Christian Benteke, Kevin de Bruyne, Romelu Lukaku, dan juga Vincent Kompany.

Dengan generasi emasnya, Belgia yang dikalahkan oleh Argentina pada babak perempat final Piala Dunia lalu, akan bisa menunjukkan potensinya. Italia tentu saja selalu saja menjadi tim yang berbahaya. Begitu juga dengan Swedia karena striker handal Zlatan Ibrahimovic ingin membawa negaranya bisa berjaya. Ibrahimovic sudah mencetak 11 gol sepanjang babak kualifikasi lalu.

Saya begitu yakin, pertandingan pembukaaan antara Belgia melawan Italia akan menjadi penentu siapa yang akan menjadi juara pada grup ini.

  • Grup F
  • Tim : Portugal, Hungaria, Austria dan juga Islandia

Cristiano Ronaldo adalah pemain terus memecahkan rekor gol untuk Real Madrid dan bersama dengan Lionel Messi merupakan satu di antara dua pemain terbaik yang ada sepanjang sejarah. Ronaldo telah mencetak 26 gol di Piala Eropa, termasuk pada babak kualifikasi. Namun, selain dari performa pada final Piala Eropa 2004 dan juga melaju ke semifinal pada 2012, Ronaldo tetap tidak mampu untuk membawa Portugal meraih prestasi. Tidak seperti seorang pendahulunya, Eusebio.

Saya memiliki harapan, Portugal dapat lolos dari fase grup dan bisa menjadi kuda hitam. Tetapi, menurut saya, dengan seorang Ronaldo pun, Portugal belum cukup bagus untuk dapat menjuarai Piala Eropa 2016.

Islandia yang saat ini berada di peringkat ke-36 FIFA belum pernah merasakan turnamen besar. Austria dan juga Hungaria belum pernah menunjukkan konsistensinya dalam sepak bola Eropa. Portugal bisa saja lolos. Sementara itu, tim dari grup – grup lain memiliki peluang yang besar saat menghadapi runner-up pada grup ini.

  • Prediksi Turnamen :

Jerman masih akan tetap menjadi timnas favorit. Menurut saya, timnas Prancis bisa saja tampil dengan sangat baik kali ini. Spanyol juga tetap tidak bisa diabaikan oleh timnas – timnas lain dalam turnamen ini. Sementara itu, Inggris, mungkin saja bisa lolos hingga pada babak semifinal. Inggris punya kesempatan bagus untuk sukses.

Skuat The Three Lions juga sedang dalam perkembangan dengan beberapa pemain yang mempunyai semangat juang yang tinggi. Musim panas nanti juga akan menjadi 50 tahun sejak timnas Inggris menjuarai Piala Dunia 1966 di Wembley. Akan menjadi indah rasanya jika pasukan Roy Hodgson juga bisa mengikuti jejak Sir Alf Ramsey.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*