Leicester Menjemput Mimpi Juara

LEICESTER, ENGLAND - MARCH 14: Christian Fuchs of Leicester City clears the ball from Andros Townsend of Newcastle United during the Barclays Premier League match between Leicester City and Newcastle United at The King Power Stadium on March 14, 2016 in Leicester, England. (Photo by Laurence Griffiths/Getty Images)

Jadwalpialaeuro.com – Leicester City semakin dekat dengan gelar juara Liga Inggris setelah menundukkan Newcastle United 1-0, Senin (14/3/2016). Leicester kini membutuhkan poin maksimal 20 dari sisa delapan laga untuk memastikan juara dalam pelukan mereka.

Leicester menghadapi tekanan di awal laga karena Newcastle bermain cepat. Dua peluang gol diciptakan oleh Newcastle melalui Ayoze Perez dan Moussa Sissoko. Namun, tim yang dipimpin oleh pelatih kawakan Rafael Benitez sejak Jumat lalu itu gagal menembus pertahanan solid Leicester.

Dominasi Newcastle di awal laga berbalik setelah bomber Leicester, Shinji Okazaki, menceploskan gol pada menit ke-25. Pemain asal Jepang itu menceploskan gol melalui tendangan salto di tengah perebutan bola melalui sundulan di depan gawang Newcastle.

Leicester menjadi lebih garang setelah gol ini. Riyad Mahrez dan kawan-kawan menyerang dengan lebih cepat dan percaya diri. Namun, tim asuhan Claudio Ranieri ini tidak meninggalkan warna asli mereka yang kental dalam bertahan. Mereka membuat frustrasi striker Aleksandar Mitrovic dan kawan-kawan.

Gelandang bertahan N’Golo Kante menjadi jenderal lini tengah yang memutus aliran bola Newcastle. Kante menjadi pemain terbaik berkat tekel dan intersepnya. Pemain kelahiran Perancis ini juga paling aktif dengan menjelajah 11,82 kilometer dan 71 kali sprint.

Kerja keras Jamie Vardy dan kawan-kawan membuahkan tiga poin yang membuka kembali selisih lima poin dengan peringkat kedua Tottenham Hotspur. Leicester kini mengumpulkan nilai 63 dari 30 laga. Tim berjuluk “Rubah” itu unggul 11 poin dari peringkat ketiga Arsenal dan 12 poin dari peringkat keempat Manchester City.

Namun, Ranieri menilai persaingan juara masih sangat terbuka. Leicester membutuhkan lebih banyak kemenangan untuk memenuhi mimpi para suporter, juara Liga Inggris. Pelatih asal Italia itu menegaskan, target mereka sekarang adalah mengamankan posisi ke Liga Europa. Jika posisi Leicester masih bagus dalam sisa lima laga, mereka bisa fokus mengamankan tiket ke Liga Champions.

Namun, ekspresi dan gestur Ranieri di tepi lapangan menjelang laga berakhir menunjukkan target Leicester lebih dari itu. Mantan pelatih Chelsea itu biasanya berdiri tenang saat timnya unggul. Tetapi saat melawan Newcastle, dia menginstruksikan supaya anak-anak asuhnya fokus bertahan untuk melindungi keunggulan tipis 1-0.

“Ada begitu banyak orang yang bermimpi tetapi kami harus terus bekerja keras,” ujar Ranieri menolak membahas gelar juara liga.

“Saya ingin berjuang di setiap laga. Sekarang konsentrasi kami tertuju pada Crystal Palace, laga sulit yang lain. Kami akan bertempur di sana,” kata Ranieri

Pada saat Leicester berjuang menjemput mimpi juara, Newcastle terus bertarung menyelamatkan diri dari zona degradasi. Kekalahan di markas Leicester ini mempersulit Benitez menyelesaikan misi penyelamatan “The Magpies”.

Newcastle kini tetap di peringkat kedua dari bawah dengan nilai 24, satu poin dari zona aman. Benitez masih memiliki sembilan laga untuk menyelamatkan musim ini. Mantan pelatih Liverpool ini optimistis, sisa laga itu cukup untuk menyelesaikan misi karena respons para pemain sangat positif dari laga melawan Leicester.

“Ini akan sulit, tetapi dengan komitmen di lapangan saya pikir kami bisa melakukan itu,” kata Benitez yang sembilan pekan lalu memimpin Real Madrid.

Kehadiran Benitez memberikan secercah harapan Newcastle akan bangkit. Dia menyuntikkan kepercayaan diri kepada para pemain melalui nama besarnya. Sentuhan awalnya juga sudah mulai terlihat dengan gebrakan awal Newcastle. Namun, dia membutuhkan lebih banyak waktu untuk membuat permainan Newcastle lebih efektif.

“Kami mengawali laga dengan sangat baik. Reaksi tim di babak kedua juga menyenangkan karena Anda bisa melihat komitmen dari para pemain dan kami berusaha menang,” ujar Benitez.

“Ketika Anda dalam posisi ini, penting untuk menciptakan peluang dan saya pikir kami akan menyelesaikan peluang kami lain waktu,” kata mantan pelatih Napoli itu.

Benitez kini memiliki laga krusial melawan Sunderland dan Norwich. Ini pertemuan sangat krusial karena Newcastle bisa lepas dari zona degradasi jika menundukkan Sunderland dan Norwich.

Sunderland kini berada tepat di atas zona degradasi dengan nilai 25. Tim asuhan Sam Allardyce ini hanya unggul selisih gol dari Norwich yang berada di posisi ketiga dari bawah.

“Kami tahu laga berikutnya melawan Sunderland adalah derbi dan ini sangat penting bagi kedua tim,” tegas Benitez.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*