Dave Watson Generasi Emas Kiper Inggris

Dave Watson Generasi Emas Kiper Inggris

JADWALPIALAEURO.COM – Inggris terkenal dengan negara penghasil kiper – kiper yang berkualitas dari Gordon Banks hingga Peter Shilton. Namun sejak berakhirnya era David Seaman, Inggris tak lagi memiliki kiper mumpuni yang dapat diandalkan.

Banyak sekali kiper – kiper yang tangguh dicoba, mulai dari David James, Paul Robinson, Robert Green, hingga Scott Carson. Namun, seiring berjalannya waktu, tiga dari empat nama – nama di atas melakukan blunder yang fatal di laga – laga penting yang mengakibatkan mereka tidak dipercaya lagi untuk menjadi kiper tim nasional (timnas) Inggris.

Keadaan yang cukup berbeda pada saat ini. Bisa dibilang, sekarang adalah waktunya untuk generasi emas kiper Inggris. Seperti Joe Hart, yang menjadi sang kiper utama, menjadi salah satu kiper yang top di Premier League.

Pelapisnya, Jack Butland, juga menunujukan penanjakan performanya bersama dengan Stoke City musim 2015/2016. Pelapis yang lain adalah Fraser Forster yang telah kembali dari cedera yang panjang bersama dengan Southampton. Belum lagi adanya John Ruddy dari Norwich, dan juga Ben Foster yang meskipun sedang mengalami cedera, cukup bisa diandalkan ketika ia sedang dibutuhkan.

Hebatnya, jika menyebutkan lima nama – nama di atas tidak melepas kemungkinan dari nama satu orang, yaitu Dave Watson.

Siapa itu Dave Watson?

Dave Watson merupakan kiper produk asli dari akademi Barnsley. Bermain sejak dari tim junior, Watson juga berhasil mencatat 178 kali penampilan bersama klub yang berasal Yorkshire tersebut. Pada usia 23 tahun, Watson berhasil membawa Barnsley kepada kemenangan kedua pada Division One -sekarang Championship- pada musim 1996/1997 yang juga berarti promosi otomatis ke Premier League.

Pada Liga Primer, pria kelahiran Barnsley, 10 November 1973 ini tetap dipercaya oleh sang manajer, Danny Wilson, untuk menjadi kiper utamanya Barnsley. Tapi Sayang, kekalahan 0-1 dari club Leicester City pada pekan ke-37 pada saat itu membuat Barnsley langsung terdegradasi, dan menjadikan musim 1997/1998 merupakan satu-satunya musim untuk klub berjuluk Tykes tersebut bermain di Premier League hingga pada saat ini.

Pada tanggal 8 September 1998 bisa jadi adalah hari yang paling diingat oleh seorang Dave Watson. Ketika itu ia mengalami cedera serius pada lutut pada saat melawan Norwich. Cedera itulah yang membuat dirinya tidak pernah bisa untuk kembali bermain lagi dan juga terpaksa pensiun cukup dini pada tahun 2001. Mimpi Watson untuk menjadi kiper nomor satu di negaranya yaitu Inggris pun hancur begitu cepat.

Dave memutuskan untuk pensiun pada usianya yang masih 28 tahun dan bukan perkara yang mudah bagi para pesepak bola. Apalagi kiper yang identik dengan karier yang cukup panjang. Namun, berdasar saran dari Eric Steele, pelatih kipernya yang dahulu pada Barnsley, pria yang memiliki rambut pirang ini langsung memutuskan untuk mengambil kursus untuk pelatihan kiper.

Steele yang pada saat itu menjadi pelatih kiper di club Aston Villa turun langsung untuk menjadi mentor untuk Watson. Steele juga sering membawa Watson untuk mengamatinya pada saat melatih para kiper Villa pada pertandingan – pertandingan resmi. Tak jarang Steele juga mengundang Watson datang ke rumahnya untuk hanya sekadar makan malam bersama keluarganya. Faktor dari kedekatan itulah yang di jadikan modal untuk seorang Watson mencetak kiper-kiper yang berkualitas kelak.

Watson pun memulai kariernya sebagai pelatih kipernya dengan klubyang berlevel rendah, dari Northampton, Oldham Athletic, sampai Nottingham Forest. Tetapi karier pelatihannya mulai diakui dunia ketika dia ditunjuk untuk menjadi pelatih kiper untuk Birmingham City pada Januari 2008.

Pada klub yang menjadi rival Aston Villa tersebut, Watson berhasil dalam menjadi mentor bagi tiga kiper berbakat yang berasal dari Inggris seperti, Joe Hart, Ben Foster, dan Jack Butland.

Joe Hart merupakan kiper yang pertama ditatar oleh Watson. Datang pada musim 2009/2010 dan masih berstatus pinjaman dari Manchester City, Hart langsung bisa menjadi andalan bagi club Birmingham. Mencatat sepuluh kali gawang tak kebobolan dalam 36 partai liga, Hart pun berhasil masuk dalam PFA Team of the Year pada akhir dari musim.

Karier Dave Watson mungkin saja terlampau pendek sebagai seorang pemain. Namun dia mampu melanjutkan mimpinya yang sempat hancur terlalu cepat melalui tangan orang lain. Tangan-tangan cekatan dan piawai yang juga menjaga kehormatan timnas Inggris. Tangan-tangan yang lahir menjadi berkat dirinya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*